Berawal dari ngobrol2 santai di ulang tahun kak Mira tgl 29 April kemarin.
Kita ngobroling tentang Korea, dan si Papa nyeletuk "si tante udah mau balik tuh, bulan Juli udah gak tinggal di Korea lagi. Gak ada yang mau ke sana?"
Langsung dong gw sambut dengan hangat. "Aku mauu! Syarat ke sana apa aja tuh pa?"
Nah, sejak saat itu langsung konsultasi persyaratan apa aja yang harus dilengkapi untuk ke sana. Buka web airasia untuk tentuin tanggal berangkat dan pulang yang tiketnya cukup terjangkau. Hehehe.
Kurang lebih ini yang harus disiapin untuk ke sana :
1. Tiket
2. Paspor
3. Visa
4. Won
1. Tiket
Lebih baik beli PP ya biar ga rempong. Mengingat lamanya penerbangan kurang lebih 7-8 jam, makanya gw sarankan untuk membeli makanan di atas pesawat. Bisa on the spot saat penerbangan, bisa juga saat membeli tiket. Supaya hemat, perhatikan waktu penerbangan.
Contoh :
Gw berangkat jam 8.30 pagi. Dari rumah udah makan roti untuk mengganjal perut. Karena masa siang-sore ada di atas pesawat, jadi gw beli 1 meal aja. Kenapa? karena ketika gw sampe malamnya, gw bisa makan di sana.
Selain makanan, gw jg udah beli jatah bagasi dari awal. Ini nih yang menurut gw bikin mahal. Penerbangan ke Seoul harus transit dulu di KL. Pergi transit, pulang pun begitu. Jadi perhitungan bagasinya adalah : JKT-KL, KL-SEOUL, SEOUL-KL, KL-JKT. Ada 4 biaya bagasi. Karena tau pasti akan belanja, gw up size jd 20kg waktu pulang. SEOUL-KL, KL-Jakarta, biaya bagasinya yang upsize 20kg.
Cari tiket yang murah. Kalau bisa total dengan bagasi sekitar Rp.3juta'an. Karena uang tiket gw kemarin, menghabiskan 1/2 dari total anggaran =(
2. Paspor
Paspor bisa dibikin di kantor imigrasi manapun kok. Datang pagi-pagi sekali yaa. Supaya ga antri, karena tiap harinya selalu penuh dengan ratusan orang. Gak ada kata "nanti juga sepi" yang ada malah ''ga bakalan sepi''.
Bagi yg belum punya paspor, bikinnya dari jauh hari yaa. Karena bisa 1 minggu rampungnya, kecuali kamu ada koneksi orang dalam. Itu lain soal yaa. Biaya nya kemarin masih di bawah Rp.300.000,- kecuali kamu pakai jasa orang lain. Usahakan bawa semua dokumen yang dibutuhkan, jangan berani2 ga bawa karena khawatir ditolak. Bolak-balik = buang waktu kan.
3. Visa
Kalau udah punya paspor, tinggal bikin visa deh. Visa dibikin di kedutaan besar tentunya. Kedutaan besar korea di Jakarta ada di Jalan Thamrin. Awalnya di Gatot Subroto, tapi lagi renovasi. Lokasinya di The Plaza Tower/building. Tepatnya diapit oleh Grand Hyatt dan EX. Kalau sudah sampe Hyatt jalan pelan2 ya..karena pintu masuk kendaraannya gak terlalu kelihatan, takutnya malah kelewatan.
Datang pagi2 yaa.. berdasarkan pengalaman kemarin, gw dateng jam 11 dan udah ga bisa dilayani karena kertas nomor antrian sudah habis. Ini persyaratan aplikasi visa :
1. Paspor
2. Formulir pengajuan Visa
3. Surat izin orang tua (kalau masih kuliah)
4. Surat pernyataan mahasiswa di unive X (kalau masih kuliah)
5. Invitation dari orang/kerabat yg tinggal di sana )*
6. Dokumen2 yg dipake untuk bikin paspor sbg pelengkap
7. Copy tiket sbg pelengkap
8. Pas fot
9. Biaya Rp. 270.000,-
)* Ini karena gw punya kerabat yg tinggal di sana.Belum paham juga siih, wajib atau tidak.
nomor 3-4, banyak orang yg mau kerja di korea. ada yg ngakunya mau visit tp ternyata malah kerja. gituu.
Walaupun banyak kelengkapannya, tp mendingan kita siapin deh ya. Soalnya ada yg gak langsung diterima aplikasinya. Kalau dirasa gak lengkap harus ada sesi wawancara dulu, dan proses visa ga sebentar. Katanya sih 4 hari, tapi kemarin gw 1 minggu. 2 hari sebelum berangkat. Makanya, harus pinter atur waktunya yaa.
4. Won
Tau kan apa artinya..yup, bawa duit yang banyaaaaakkkk!!!
Hehehe. Dari awal gw memang sudah bawa won untuk pegangan. Won dan USD. Tapi lebih banyak USD nya. Salah perhitungan waktu itu. Lebih bagus beli won di Indonesia dari pada menukar USD ke won. Kemarin 1won = Rp.8,6. Cukup kecil, tapiiiiiii......barang2 di korea minimal 1000 won. Jarang tuh lihat yang di bawah itu kecuali tiket dalam kota atau subway. Kimbab 1700-an, paket burger 4500-an, dll. Baju2 lucu diskonan 5000-15000 won. Jadi tetep besar nilainya.
Nah, Ini adalah 4 hal PENTING yang harus disiapkan sebelum berangkat. Aku rasa bukan hanya ke Seoul ya, tapi ke negara manapun pasti begitu.
Sampe ketemu di BEFORE SEOUL - Part 2 "..............................."
BEFORE SEOUL - Part 1 "preparation of administrative"
TURNING POINT..I DON'T WANT IT
Malam all,
walaupun pulang malam tapi tetep ya sempetin waktu untuk sapa temen2 di fb dan reply email yg masuk.
Setelah cek ini itu, gue membaca sebuah tulisan di fb....merenung, dan akhirnya buka blog.
Ini adalah respon dari tulisan yang gue baca di fb tadi.
Tulisan tersebut gak lain adalah tulisan yang gue tulis sendiri dan share ke facebook.
(baca: turning point)
Setelah direnungi, ternyata dua contoh turning point pada tulisan gue sebelumnya adalah sejenis musibah.
well, mungkin kata 'musibah' terlalu berat ya, kita ganti deh sama 'cobaan', 'ujian', atau 'kesempatan'. Apapun kata yang kamu pilih, tapi intinya ada lah sesuatu yang menyedihkan, memberatkan...pokoknya ga enak deh.
Saat '....' terjadi (isi sendiri dg kata yg paling pas),
kita dihadapkan pada dua jalan yang akan kita pilih salah satunya,
bangkit berdiri,
atau roll over and die.
sayangnya sebagian orang lebih suka ' terjatuh untuk dapat berdiri lagi'
tapi gue lebih suka 'berjinjit ketika berdiri'
Hmm....
sudah tau kemana ujung tulisan ini?
Apa kita harus dapet nilai merah dulu baru mau belajar?
Harus jatuh miskin dulu baru mau kerja keras?
Tunggu divonis kanker paru-paru dulu baru berhenti merokok?
atau dalam kasus pribadi,
apa kebahagian keluarga di rumah harus diputar 180' baru gue mau berubah?
.....nulisnya aja udah merinding ketakutan.
that kind of TURNING POINT, I DON'T WANT IT !!!
TURNING POINT
Waktu hadir dia acara Oriflame Opportunity Meeting d'BCNetwork tanggal 12 Maret, ada sesi sharing oleh orang-orang yang sudah sukses di bisnis oriflame.
Sang MC bertanya kepada salah satu dari mereka,
"apa turning point yang membuat Anda ambil keputusan untuk jalani bisnis Oriflame?"
jawabannya adalah karena ayahnya divonis harus menjalani operasi jantung yang (kita semua udah tau ya) biayanya besar. Mengingat jerih payah & pengorbanan ayahnya selama membesarkan dia, sang anak merasa sangat tidak berguna karena hanya dapat membalas ayahnya dengan Taspen.
Mulai saat itu, dia berjanji untuk bekerja jauh lebih keras agar dapat memberikan yang lebih baik dari sekedar Taspen. Itulah turning poitnya.
Jadi inget masa kecil.
Suatu malam, kakak saya muntah-muntah gak berenti. Dilihat dari muntahannya *hoeek* adalah jagung bakar yang dia makan tadi siang dengan rakusnya. Masih butir-butir pula bentuknya. Katanya sih, mulai saat itu dia gak mau lagi makan banyak *rakus*.
Dari dua contoh di atas cukup jelas ya, ternyata (beberapa ) orang butuh sebuah 'turning point' untuk sadar dan menjadi lebih baik.
Disakiti dulu, baru sadar harus berubah.
Bukannya malah shock, sedih berlama-lama, trus melemah.
Eh, buat apa?! Di awal sama2 dicambuk. Di awal sama-sama disakiti kok.
Kenapa memperburuk keadaan dengan memilih KALAH ???
Memang, kalau perlu, kuda pacu harus dicambuk dulu, baru deh bisa lari lebih kencang.
Sakit memang,
tapi lari.... terus lari dan MENANG!!
DENDAM POSITF
Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan
bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu
gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera
mengisi air dingin ke dalam gelas.
Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: "Hei,
kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini
hanya khusus untuk insinyur"
Suara itu berasal dari mulut seorangi nsinyur Amerika yang bekerja di
perusahaan tersebut. Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus.
Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada
pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi
keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu
masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.
Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya:
Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku?
Apakah karena aku pekerja rendahan, sedangkan mereka insinyur ?
Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi
insinyur seperti mereka? Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam
dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk
membangkitkan"DENDAM POSITIF"
Akhirnya muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja
keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap
hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.
Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya
menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA.
Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk
mendalami ilmu.
Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master
bidang geologi.
Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang
kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur.
Kini ia sudah menaklukkan dendamnya, kembali sebagai insinyur dan bisa
minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja.
Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan
mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain.
Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum
sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan
tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.
Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur
Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya.
Suatu hari insinyur bule ini datang menghadap karena ingin minta izin
libur dan berkata; "Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap
Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi
ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan
keburukan perilakuku di masa lalu"
Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: "Aku ingin
berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau
melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah
izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini.
"
Kini dendam positif lainnya sudah tertaklukkan. Lalu apakah ceritanya
sampaidi sini?
Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan
tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama
yang berasal dari bangsa Arab.
Tahukan Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah
Aramco (Arabian American Oil Company)perusahaan minyak terbesar di
dunia.
Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi
semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels
(540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di
Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3)
minyak dan 253 triliun cadangan gas.
Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai
Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar
terhadap dunia.
Tahukah kisah siapa ini? Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi
yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri
Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.
Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi dendam
positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah
seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.
Itulah kekuatan"DENDAM POSITIF"
Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap
kita. Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita.
Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya.
Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat "Dendam Positif."
(dari buku Dendam Positif karya Isa Alamsyah dan Asma Nadia).
PT City Investment
| PT City Investment |
(Jakarta Raya)
- Report directly to the Head of Admin
- Minimum SMU (Prefer Diploma)
- Female max 25 years old
- Have experience as receptionist or call center are preferable
- Good Looking and Good Voice
- Honest, respectful and trustworthy
- Good computer literate (Ms. Office)
- Strong communication skills and fluent in English and Bahasa Indonesia
HRD DEPARTMENT
PT. CITY INVESTMENT
Sona Topas Tower, 6th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 26
Jakarta, INDONESIA
Email : hrd@CityInvestment.net
Share
PT Swasti Candika Prasama
| PT Swasti Candika Prasama |
(Jakarta Raya)
- Wanita
- Usia maksimal 30 tahun
- Pendidikan minimal D1 semua jurusan
- Pengalaman minimal 1 tahun dibidang yang sama
- Penampilan menarik dengan tinggi dan berat badan proposional
- Komunikatif
- Menguasai bahasa Inggris
HRD & GA Manager
Jl. Kyai Maja No.31 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12130
Atau :
Email : hrd_candika@yahoo.co.id
Share
PT Quantum Globalindo (VOKUZcom)
PT Quantum Globalindo (VOKUZcom)
| Advertised: 4-2-11 | Closing Date: 6-3-11 |
VOKUZcom, distributor produk Audio Video Import yang berdomisili di Jakarta membutuhkan tenaga: Administrasi (Jakarta Raya) Requirements:
Fasilitas :
hrd@vokuz.com |




